Selasa, 18 Juni 2013

Pembangunan Berwawasan Lingkungan (kelompok 9)

pembangunan berwawasan lingkungan


MAKALAH SUMBER DAYA ALAM DAN BERKELANJUTAN
“PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN”

Disusun Oleh :
Kelompok 9
Lina Kurnia Sari (1001045295)
Athief Efendi (1001045280)
Kelas 6.i
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA
JAKARTA
2013
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Dengan mengucapkan rasa syukur kekhadirat Allah SWT, penulis telah mengerjakan salah satu tugas mata kuliah Sumber Daya Alam dan Berkelanjutan dalam bentuk makalah, yang membahas mengenai Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Shalawat serta salam teruntuk sang revolusioner yang paling berpengaruh di dunia yakni nabi Muhammad SAW, yang mengantarkan kita kepada sebuah wahyu dari Allah yaitu “Iqra”. Tujuan penulis ini selain tugas, penulis juga berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama untuk panduan mahasiswa saat meneliti kelak.
Penulis menyadari bahwa makalah ini kurang sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran-saran dari para pembaca, terutama Bapak Hari Naredi, M. Pd selaku dosen mata kuliah Sumber Daya Alam dan Berkelanjutan demi perbaikan tugas pada tugas selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin ...
Jakarta,  Mei 2013
Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Sumber daya alam merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia sangat bergantung pada sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba.
Sumber daya alam di dunia ini jumlahnya tetap sedangkan populasi manusia makin berkembang. Oleh sebab itu sumber daya alam harus dikelola dan dimanfaatkan searif dan bijak dan sehemat mungkin supaya generasi penerus masih dapat merasakannya. Sumber daya ala, merupakan kekayaan yang dimiliki oleh alam yang tidak bisa dihasilkan oleh manusia.
Zaman sekarang ini upaya-upaya dalam melestarikan sumber daya alam terus dilakukan tetapi belum sepenuhnya terwujud. Manusia yang terus berkembang menyebabkan penggunaan sumber daya alam yang makin meningkat, maka harus ada pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan benar. Ada beberapa upaya dalam mencegah, menangani, dan mengembalikan sumber daya alam yang telah rusak. Pengelolaan sumber daya alam harus memperhatikan hal-hal yang akan merugikan lingkungan dan harus mencari solusi dari dampak tersebut.
Pemanfaatan sumber daya alam artinya adalah menggunakan atau mengambil manfaat dari sumber daya alam yang ada untuk kepentingan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam tidak boleh merusak ekosistem secara efisien dan memikirkan kelanjutan sumber daya alam itu. Pada dasarnya alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut. Semua kekayaan yang ada di bumi ini, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.
Seiring dengan perkembangan zaman, manusia mampu memanfaatkan sumber daya alam secara lebih luas. Pertambahan populasi manusia serta perkembangan pengetahuan dan teknologi juga telah mendorong manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam secara lebih kreatif dan intensif. Tidak heran manusia semakin mampu menguasai alam dengan cara-cara yang merusak dan tanpa mempertimbangkan kelestariannya.




















BAB II
PEMBAHASAN
Makna Pembangunan
Pembangunan adalah perwujudan dari upaya dan budi daya manusia melalui penguasaan serta penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknologi.
Pembangunan dan kualitas hidup
Keterampilan dalam rekayasa ini perlu disertai kepedulian sosial, ekonomi dan budaya dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk kelangsungan peri kehidupan, peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan diri bersama seluruh masyarakat.









Gambar. 104
Model pembangunan dengan manusia sebagai pelaku dengan penguasaan IPTEK dan kepedulian sosekbud untuk memanfaatkan sumber daya alam guna peningkatan kesejahteraan maupun kualitas hidup bagi kelangsungan peri kehidupan termasuk bagi para peserta pembangunan yang lain.
Jadi pembangunan memerlukan dukungan sumber daya alam yang dimanfaatkan oleh sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi dengan disertai kepedulian sosial, ekonomi budaya dan dengan wawasan yang ramah lingkungan. Untuk itu diperlukan pendidikan ilmu pengetahuan pada taraf yang disesuaikan dengan program dan taraf yang dipercayakan pada dan dibutuhkan dari dirinya.
Lingkungan hidup, termasuk manusia, pengada insane lain dan pengada ragawi, walaupun bukan pelakunya tetapi semuanya akan mengalami perubahan yang terjadi, baik dampak, risiko maupun makna atau perolehan hasil pembangunan.
Pembangunan antar sektor
Dalam menelaah masalah pembangunan melalui berbagai sektor pembangunan, terlihat adanya kesamaan dalam tujuan sektor-sektor itu, yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pemanfaatan berbagai unsur sumber daya alam termasuk materi, makhluk hidup dan waktu. Tetapi dalam kenyataan tidak terlihat adanya kerja sama terintegrasi yang mutualistik di antara berbagai sektor pembangunan itu. Padahal pembangunan dengan berbagai misi dan corak sektornya memerlukan kesepakatan, kesetaraan dan keseimbangan dalam menggunakan daya dan peluang pemanfaatan sumber daya alam bagi pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kualitas hidup.
Gambar 105.
Pembangunan dengan berbagai sektornya memerlukan keterkaitan secara terpadu segenap faktor dalam lingkungan hidup yang meliputi sumber daya dengan manusia sebagai pelaku atau peserta pembangunan, sumber daya alam yang diperlukan sebagai dukungan segala yang diperlukan bagi kehidupan secara keseluruhan.
Kemandirian Pembangunan
Ketergantungan kita pada pihak di luar negeri dalam berbagai hal seharusnya kita sadari sebagai penyebab terpuruknya bangsa kita yang hidup di negara merdeka, tetapi yang nyaris kehilangan jati diri dan kemandirian. Hal ini terjadi antara lain dimana kita terpaksa mengimpor barang, jasa maupun tenaga dan teknologi serta berutang sebagai modal pembangunan. Bahkan beras, jagung, ketela, gula, dan garam pun sering kali harus kita impor. Jelas bahwa sebagian (besar) seharusnya dapat kita atasi atau kita hasilkan sendiri.
Sebaliknya kita mengekspor bahan baku berupa minyak mentah, bijih mineral, ikan, rumput laut yang sebenarnya berbenturan dengan pengembangan industri dalam negeri sendiri yang dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat maupun Negara. Sekedar sebagai contoh adalah ekspor kayu gelondongan (baik legal maupun illegal) berbenturan dengan pengembangan industri kayu di dalam negeri, misalnya peralatan rumah tangga dan kantor, plywood, pulp, kertas, dan sebagainya. Ekspor rumput laut yang tentu menguntungkan eksportir, tetapi menutup peluang untuk mengembangkan industri rumput laut untuk alginat, bahan farmasi, komestik, pasta gigi, agar-agar, selai, keripik, dodol, dan sebagainya yang merugikan nelayan, petani serta negara.
Jadi kemandirian pembangunan ini perlu ditingkatkan dengan berbagai upaya, yaitu:
Mengurangi ketergantungan pada tenaga, modal, dan teknologi tetapi justru membuka transfer informasi dari luar dalam etos kemitraan;
Memanfaatkan pengerahan tenaga kerja seoptimal mungkin dari sumber daya manusia kita sendiri;
Mengusahakan sehemat, seefisien dan seefektif mungkin penggunaan sumber daya alam sendiri;
Pemanfaatan hasil barang dan jasa untuk masyarakat sendiri, terutama bagi masyarakat dimana pembangunan itu berlangsung.
Pembangunan Indonesia
Pembangunan tidak suistainable
Menurut komisi Brundtland, suistainable development adalah “pembangunan yang mencukupi kebutuhan generasi sekarang tanpa berkompromi (mengurangi) kemampuan generasi yang akan dating untuk memenuhi aspirasi dan mencukupi kebutuhan mereka sendiri”. Disamping itu kemudian muncul berbagai batasan tentang pembangunan yang terdukung dan berkelangsungan itu. World Conservation Society (WCS), IUCN bersama UNEP dan WWF antara lain menekankan makna pembangunan pada perbaikan sosial-ekonomi, pemanfaatan secara lestari sumber daya alam serta perhatian pada daya dukung dan keanekaragamannya dalam jangka panjang.
International Institute for Suistainable Development (IISD) di Naitoba (Kanada) pimpinan Dr. Arthur Hanson merumuskan: “suistainable development means conducting business in a way which meet the needs of the enterprice and its stakeholders today while protecting, sustaining and enhading the human and natural resoursers needed tomorrow”.
Dalam hubungan ini oleh Pearce & Atkinson (1993:65) menjelaskan bahwa pembangunan Indoneia dinilai unsustainable belum berkelangsungan. Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa nilai sumber daya alam Indonesia mengalami depresiasi (pengurasan) sebesar 17% dari GDP, sedang hasilnya untuk pembangunan (savings) hanya sebesar 15% dari GDP.
Gambar 106.
Indonesia berada di bawah garis pembangunan yang “suistainable” karena pengurasan atau depresiasi sumber daya alamnya 17-18% dari GDP lebih tinggi daripada tabungan atau hasil yang diperolehnya untuk investasi pembangunan sektor produktif yang hanya 15%. (Pearce & Atkinson 1993 dalam Soerjani 1997).
Pembangunan itu baru dinilai berkesinambungan (suistainable) apabila pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan sehemat mungkin, seefesien dan seefektif mungkin. Disamping itu perlu diupayakan nilai tambah sumber daya alam itu melalui rekayasa teknologi jasa, budaya, dan seni. Andaikata kita memerlukan sumber daya alam sebesar 17-18%, apabila hal itu rekayasa dengan memberikan nilai tambah, nilai tabungan yang cukup besar, sehingga sisa yang dikonsumsi masih cukup untuk merehabilitasi atau memulihkan sumber daya alam yang kita pergunakan.
Pembangunan yang berkelangsungan
Jadi jelas bahwa kemampuan sumber daya manusia untuk memberi “nilai tambah” sumber daya pendukung pembangunan melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni-budaya merupakan kunci apakah pembangunan yang dilaksankaan itu berkelangsungan, berkesinambungan (suistainable) atau tidak.
Sayangnya “gerakan” untuk membantu pengusaha kecil dan menengah ini lebih bermakna sebagai retorika daripada dilaksanakan dengan kesungguhan hati yang adil dan tulus. Padahal jelas bahwa dengan pemberdayaan rakyat untuk mengembangkan industri kecil dan menengah pada taraf koperasi atau rumah tangga (cottage industry) akan merupakan peluang terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan keluarga untuk pendidikan dan masa depan anak-anak, di samping secara langsung merupakan peningkatan kesehatan keluarga.
Gambar 107.
Pemanfaatan sumber daya alam tanpa nilai tambah dengan perolehan (Rp. A) yang tidak suistainable karena sumber daya alam itu dikonsumsi tanpa nilai tambah. Dengan menghemat, dalam menggunakan sumber daya A¹ mungkin tetap diperoleh hasil Rp. a.
Pemanfaatan sumber daya alam dicapai melalui peningkatan nilai tambah kemampuan manusia dan nilai tambah teknologi yang tepat guna yang memungkinkan dihasilkannya Rp. a+ ditambah dengan perolehan yang lebih bermakna walaupun tidak berupa uang, termasuk kesempatan kerja, ketenteraman sosial, dan sebagainya (modifikasi dari Soerjani 1997; 1999: 192).
Kecenderungan untuk menguras dan menghamburkan SDA, baik yang hayati, non hayati maupun tenaga, pikiran, dan waktu perlu dibatasi dengan upaya penghematan (reduce), menolak (refuse) bahan yang berbahaya (B3) atau menggantinya (replace) dengan bahan yang aman, melalui pakai ulang (reuse), umurnya diperpanjang (durability), diperbaiki atau direparasi (repair), diisi kembali (refill) seperti botol minuman dan sebagainya, diperkuat kembali (restrenghten) misalnya baterai (recharge) atau dikonstruksi kembali (reconstruct), direhabilitasi, remediasi, dan sebagainya.
Disamping itu kecuali penghematan dan peningkatan nilai/mutu produk, juga diperoleh keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang (intangible) berupa kesempatan kerja, ketenteraman, peningkatan keterampilan melalui pendidikan dan latihan, kesehatan, dan sebagainya.
Gambar 108.
Perbedaan nyata antara penjualan kayu gelondongan (A) dibandingkan dengan pengolahan kayu sebagai kayu lapis (plywood) (B) yang menghasilkan nilai tambah yang lebih menguntungkan
Contoh lain tentang produk penghematan dan pemberian nilai tambah sebagai contoh dapat diterapkan pada pabrik kertas. Cara seperti ini dapat diterapkan pada berbagai industri, seperti industri plastik, botol, dan sebagainya.
Gambar 109.
Pabrik kertas yang ramah lingkungan (1) dalam pengambilan air dari hilir dan pembuangan air setelah dikelola limbahnya; (2) menghemat atau mengurangi penebangan kayu sebagai bahan baku dengan memanfaatkan kertas bekas.
Dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang cukup melimpah, sebenarnya masyarakat kita yang sebagian besar adalah petani, peladang, peternak, dan nelayan seharusnya tidak berada dalam kemiskinan. Mereka harus mendapatkan peluang, kesempatan dan pemberdayaan diri melalui pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan industri kerakyatan yang memberi nilai tambah produk yang dihasilkannya. Petani dan nelayan tidak mengekspor atau didorong untuk langsung menjual sayur, buah, dan hasil laut, tetapi diberdayakan untuk menghasilkan produk sesuadah diproses dengan nilai tambah, seperti asinan, selai, kecap, keripik, sambel uleg, sambal bajag, pindang, abon ikan, agar-agar, sirup rumput laut, dodol, dan sebagainya (Soerjani dkk. dalam Petani Peduli Lingkungan 2004 dan Soerjani & Muchsin dalam Pendidikan Nelayan Muda Masa Depan 2004).
Gambar 110.
Petani didorong untuk mengolah nanas dan pepaya menjadi selai nanas dan pepaya (A,C), sedangkan dari cabe diolah menjadi saus cabe (B,D).
Gambar 111.
Hasil laut berupa ikan yang diolah menjadi abon ikan (A-B) dan rumput laut yang diolah menjadi selai dan sirup rumput laut (C-D).
Pelaku Pembangunan
Pelaku pembangunan juga disebut development stakeholders, peran serta atau keterkaitannya dalam pembangunan dapat berbeda tahapannya, tergantung pada besar kecilnya peranan dan besar tidaknya dampak keterlibatannya.
Pelaku / stakeholder yang aktif adalah pihak, perorangan atau kelompok yang langsung berkepentingan dengan pembangunan. Mereka dapat menjadi pemilik kegiatan, menjadi pemberi dana (pinjaman atau bukan), ikut merancang, membangun, bekerja dan sebagainya, sehingga menjadi kelompok entrepreneur, penyandang atau pendukung kegiatan. Stakeholder atau shareholder yang pasif adalah mereka yang tidak langsung berperan serta, mungkin pemilik tanah yang dijual kepada developer pembangun rumah, pabrik atau jalan. Mereka betul-betul pasif karena tidak terlibat apapun walaupun akhirnya ikut menerima dampaknya baik yang negatif maupun positif. Misalnya, dengan dampak positif mereka akhirnya dapat juga ikut serta sebagai pekerja, membuka warung dan sebagainya atau dampak negatifnya mereka terkurung dalam wilayah serta dalam ruang yang tertutup untuk tidak dapat bergerak leluasa seperti sebelumnya.
Pemerintah
Pemerintah sebagai penanggung jawab kebijakan, umumnya merupakan stakeholder aktif yang utama, terutama untuk projek pembangunan jalan, pembangunan kantor, dan sebagainya. Dalam berbagai kasus, baik itu pembangunan projek pemerintah maupun swasta sebenarnya peranan pemerintah adalah yang paling utama. Karena itu dalam suatu makalah pada Kongres Ilmu Pengetahuan tahun 2003 (Soerjani 2003a) disarankan agar pemerintah (pusat) mempunyai badan yang mungkin dipimpin seorang Menteri Koordinator Pembangunan.
Perlu adanya pertimbangan bahan baku konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle) seharusnya diganti dengan konsep RC (resource cycling) artinya bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada untuk berbagai kemungkinan pemanfaatannya. Kalau kita makan pisang, sebenarnya kulit pisang bukan limbah tetapi sumber daya yang dapat dimakan kambing. Jadi sebagai sisa sumber daya (manusia) jangan terburu-buru diarahkan untuk recycling of waste tetapi dicari tempatnya dalam resource cycle. Jadi sangat perlu dimulai pengertian yang baru ini dalam pengelolaan lingkungan atau khususnya pengelolaan sumber daya, karena semua keramahan lingkungan harus menuju aktivitas yang tanpa atau kecil sisanya (no-waste atau zero waste).
Jadi daur ulang limbah itu tidak ada dalam kamus lingkungan, karena tidak ada limbah, yang ada adalah upaya mencari makna lain dari sumber daya selebihnya sisa yang dikonsumsi, sehingga tidak ada sumber daya yang tersisa lagi.
Keterangan :
:   hubungan resmi kelembagaan
: hubungan pembinaan pengaturan UU & perundang-undangan lingkungan hidup
Gambar 112.
Kelembagaan lingkungan hidup dalam hubungan dengan Menteri lain dalam Kabinet, dengan Menteri Koordinator Pembangunan yang membawahi tiga Deputi Menko atau Menteri Perencanaan Pembangunan, Deputi Menko atau Menteri Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan, dan Deputi Menko atau Menko Evaluasi Pembangunan. Di samping itu Menteri Lingkungan Hidup juga membantu dan berkoordinasi dengan semua Menteri dari sektor lain, di bidang industri, pertambangan, dalam negeri, pendidikan , dan sebagainya. Menteri Koordiantor Pembangunan ini sebenarnya juga dapat dirangkap seorang yang memiliki kompetensi sebagai pakar lingkungan hidup. Jadi Menteri Pembangunan dan Menteri Lingkungan Hidup menjadi satu badan koordiansi pembangunan.
Hal ini merupakan perluasan kerja BAPPENAS dilengkapi dengan pengawasan pelaksanaan dan pengawasan hasil pembangunan atau yang mengaudit / mengakuntabilitas pembangunan. Sistem ini dapat merupakan perluasan tugas dari BPK sekarang ini.
Demikian pula di daerah otonom, provinsi, kabupaten atau kota; kepala daerah juga perlu dibantu perangkat lembaga atau pejabat yang bertugas sebagai Badan Koordinasi Pembangunan (BPK) sebagai perluasan tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Sebagai misal BAPPEDA Provinsi Gorontalo adalah perpanjangan dari Badan Peningkatan Pembangunan Daerah, jadi badan ini sekaligus mencakup tugas perencanaan, pengawasan dan pengaudit akuntabilitas pembangunan.
Unir Kerja Kementerian Lingkungan Hidup
Dalam kurun waktu 2005-2009 ini kebijakan lingkungan hidup di bawah pimpinan Menteri Negara Lingkungan Hidup,  Ir. Rachmat Witoelar tercermin dalam susunan unit kerja dan program prioritasnya seperti pada Tabel dibawah ini.
Tabel. 30. Unit kerja program prioritas dan Deputi Menteri Lingkungan Hidup yang berkewajiban.
No.BidangProgram PrioritasDeputi MenteriITata lingkunganRekonstruksi dan Rehabilitasi NAD, Ladia GalaskaIr. Arie Djunardi Djoehana Djoekardi, M.A.IIPengendalian Pencemaran LingkunganAdipura, Proper, Superkasih, Langit BiruIr. Moh. Gempur AdnanIIIPeningkatan Konservasi SDA & Pengendalian Kerusakan LingkunganKebakaran Hutan & Lahan, Penebangan Liar, Pantai Lestari, Hari Cinta Puspa & Satwa NasionalDra. Masnellyarti, M. Sc.IVPengelolaan B3 dan Limbah B3Penanganan limbah, B3, Perbaikan Sistem dan Mekanisme perijinan B3dr. Yanuardirasudin M., DSPA.VPenataan LingkunganKasus Pencemaran Teluk Buyat, RUU limbahHoetomo, MPAVIKomunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan MasyarakatPenghargaan Kalpataru, Kampanye Lingkungan, Public RelationDrs. SudaryonoVIIPembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan KapasitasPeningkatan Pendanaan LN, Jaringan informasi, Institut Lingkungan IndonesiaIr. Isa Karmisa ArdiputraVIIISekretaris Menteri Negara Lingkungan HidupKoordinasi pelaksnaan teknis/administrasi lingkungan hidupIr. Arif Yuwono, M.A
Dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup di daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota, pemerintah daerah dilengkapi dengan sebuah badan yang disebut Bapedelda. Pada lima region kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional (PPLH Regional).
Swasta, Pengusaha
Para pengusaha bisnis/swasta merupakan bagian penting sebagai penggerak pembangunan. Tetapi peranan para pengusaha ini harus diarahkan sebagai peranan pelayanan kepentingan masyarakat dengan perolehan keuntungan atau profit yang pantas, optimal dan berkelangsungan (suistainable) jadi keuntungan yang tidak berlebihan. Pada kenyataannya para pengusaha ini bukan melihat peranannya sebagai pemberi pelayanan kebutuhan masyarakat, tetapi lebih sebagai pengambil keuntungan sebesar mungkin dari masyarakat sebagai konsumen.
Jadi pada saat sekrang kinerja para pengusaha seharusnya dibina melalui paradigm baru “usaha harus dilakukan dengan menggunakan sumber daya sehemat mungkin (waktu, tenaga, sumber daya, dan biaya), dengan keuntungan yang optimal, yakni sepantasnya (tidak sebesar mungkin) agar berkelangsungan keuntungan usahanya”.
Sebagai contoh kalau selembar kertas total biaya produksinya Rp. 50,- pengusaha kertas tidak menjualnya Rp. 100,- seperti harga umum di pasaran, tetapi berdasarkan paham kelangsungan yang optimal pengusaha itu menjualnya dengan harga Rp. 60,-. Dengan keuntungan Rp. 10,- perusahaannya akan meraih keuntungan yang berkelanjutan. Cara ini merupakan keuntungan yang kompetitif (competitive advantage), sehingga dari waktu ke waktu perusahaannya bertambah maju terus dan berkelangsungan usahanya.
Lembaga Kependidikan
Lembaga kependidikan merupakan faktor penting dalam pengadaan sumber daya manusia yang peduli dan memiliki keterampilan disertai sikap ramah lingkungan. Lembaga pendidikan merupakan sumber atau investor tenaga di segala bidang, baik di pemerintahan, perusahaan swasta, pemimpin masyarakat, guru, media massa, dan sebagainya.
Sejak diangkatnya Menteri Neggara KLH pada tahun 1978, lembaga pendidikan tinggi menjadi tumpuan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan hidup. Di sekitar tahun 1978 itulah mulai terbentuk Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi di UNPAD, IPB, ITB, UGM, UI, disusul oleh berbagai lembaga pendidikan yang lainnya.
Menurut data tahun 1989, Pusat Studi Lingkungan di Indonesia berjumlah 53 PSL (Soerjani, 1989). Pada saat itu dalam perkembangannya telah terbentuk 98 PSL dengan nama yang berbeda-beda sesuai dengan orientasi dan misi baktinya pendidikan yang menaunginya, seperti Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) UNPAD, Pusat Penelitian Sumber Daya Manusia dan Lingkungan (PPSML) UI dan sebagainya. Pada umumnya perguruan tinggi menjadi penyelenggara pendidikan dan pelatihan di bidang ilmu lingkungan, AMDAL.
Pada dasarnya timbul pemikiran di kalangan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan berbagai kursus / pelatihan tentang Kelayakan Pembangunan. Banyak di antara perguruan tinggi itu lebih terlibat dalam Pelatihan AMDAL yang pada saat ini perlu diarahkan secara lebih luas menjadi Pelatihan Pelaksanaan Pembangunan melalui beberapa tahapan berikut:
Umpan balik










Gambar 113.
Keterpaduan pola pendidikan / pelatihan para pelaksana pembangunan, mulai dari Kelayakan Pembangunan (A), diteruskan Pelatihan Penyusunan dan Penilaian Kelayakan Pembangunan (B), dari lulusan dasar (A) juga mempunyai kesempatan mengikuti Pelatihan Pengawasan Pelaksanaan (C) dan Pelatihan Evaluasi Hasil /  Akuntabilitas Pembangunan (D).
Pada saatnya pengawasan pembangunan dan/atau akuntabilitas pembangunan ini sebaliknya dilaksanakan oleh kelembagaan mandiri (independen) bersama-sama atau dengan pengawasan pemerintah.
Swadaya Masyarakat
Masyarakat juga berkewajiban untuk memelihara kualitas lingkungan dan berhak untuk menikmati kualitas lingkungan yang baik. Dalam hal ini masyarakat atau kelompoknya dapat menjadi pelaksana (stakeholder) aktif pembangunan. Pada saat ini yang lebih penting adalah juga pemberdayaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan/atau mengkonsumsi jasa maupun barang secara baik, artinya sesuai dengan kebutuhan dasar.
Menurut penelitian dari Paul Shaw (ADB 1991) ternyata pencemaran lingkungan sebanyak 75% terjadi karena industri, tetapi itu pun terjadi karena industri didorong oleh permintaan konsumen sehingga terjadilah pencemaran lingkungan baik sewaktu proses produksi maupun dalam proses konsumsi.
Gambar 114.
Kerusakan lingkungan oleh industri diperkirakan sangat didorong oleh kebutuhan konsumen yang melebihi kebutuhan dasar (over consumption) dan limbah yang dihasilkan dalam produksi maupun dalam konsumsi.
Media Massa
Peranan media massa juga perlu pembenahan. Sejak beberapa saat akhir-akhir ini peranan media massa tidak cukup mendukung kelayakan pembangunan yang berhasil dan berwawasan lingkungan. Komersialisme media massa dengan berita atau kasus yang laku dijual tanpa mempertimbangkan dampaknya pada sikap dan perilaku masyarakat yang baik.
Pada akhir-akhir ini cukup banyak pula adegan film, sinetron, tayangan yang kurang dapat dipertanggung jawabkan. Bahkan acara tayangan, kesenian dan hiburan yang mendidik diganti dengan hiburan yang bertendensi khayalan, kejahatan, porno, isu kericuhan politik, dan sebagainya. Demikian pula terlalu banyak tayangan atau iklan yang mendorong hasrat konsumerasi yang kurang bermanfaat. Tentu ada peranan media massa yang positif untuk pendidikan ataupun pemberdayaan masyarakat yang baik. Peranan media yang baik ini perlu dikembangkan, khususnya dengan bekerja sama dengan dunia pendidikan di samping dengan sektor atau faktor pembangunan lainnya.
Demikian pula isi dan makna advertensi/iklan seperti yang mengarah ajakan untuk mengkonsumsi barang impor atau sekolah di luar negeri pada umumnya menimbulkan kesan seolah-olah pasti lebih baik daripada barang buatan sendiri atau pendidikan di dalam negeri sendiri. Kita perlu mengakui perlunya untuk mempelajari pendidikan dan teknologi dari luar sebagai perluasan wawasan dan keterampilan. Tetapi hal itu harus terus menerus diikuti dengan upaya agar pendidikan dalam negeri mulai dari pendidikan dasar, menengah dan tinggi di Indonesia makin bertambah baik sesuai dengan budaya bangsa kita. Pendek kata peranan media massa harus yang lebih mendidik dan mendorong pendidikan di negeri kita sendiri. Di samping itu memberikan motivasi bersama pelaku pembangunan yang lain kea rah pembangunan yang lebih berhasil.










BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sumber daya alam merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia sangat bergantung pada sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba.
Pengelolaan sumber daya alam merupakan suatu hal yang sangat penting dibicarakan dan dikaji dalam kerangka pelaksanaan pembangunan nasional. Dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah sesungguhnya dapat melaksanakan proses pembangunan bangsa ini secara berkelanjutan tanpa harus dibayangi rasa cemas dan takut akan kekurangan modal bagi pelaksanaan pembangunan tersebut. Pemanfaatan secara optimal kekayaan sumber daya alam ini akan mampu mambawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh bangsa Indonesia.
Dalam pembangunan berwawasan lingkungan, terdapat makna pembangunan yakni pembangunan dan kualitas hidup pembangunan antar sektor dan kemandirian pembangunan. Dalam pembangunan di Indonesia ada pembangunan tidak suistainable dan yang berkelangsungan. Di dalam pembangunan adanya pelaku pembangunan yakni pemerintah, unir kerja Kementerian Lingkungan, swasta dan pengusaha, lembaga pendidikan, swadaya masyarakat, serta media massa.








DAFTAR PUSTAKA
Sudjoko, dkk. 2010. Pendidikan Lingkungan hidup. Universitas Terbuka: Jakarta.
id.m.wikipedia.org/wiki/sumber_daya_alam

Minggu, 26 Mei 2013

keadaan waduk setiabudi barat





Pemanfaaatan Sumber Daya Alam

pemanfaatan sumber daya alam



pemanfaatan sumber daya alam



Pemanfaatan sumber daya alam artinya adalah menggunakan atau mengambil manfaat dari sumber daya alam yang ada untuk kepentingan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam tidak boleh merusak ekosistem secara efisien dan memikirkan kelanjutan sumber daya alam itu.
Adapun macam sumber daya alam, dibagi menjadi tiga jenis golongan yaitu, sumber daya alam yang dapat diperbaharui, sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui:
a.Sungai
Manfaat sungai sebagai sumber air di antaranya adalah :
1)    Sebagai sumber penghidupan dan kehidupan, air dibutuhkan manusia. Oleh karena itu, tumbuhlah pemukiman di sekitar sungai.
2)   Sungai juga dapat dijadikan sarana transportasiuntuk mendukung mobilitas manusia.
3)   Sungai berfungsi sebagai sumber protein hewani yang hidup di dalamnya, seperti ikan.
4)   Sungai berfungsi untuk mengairi pertanian (irigasi).
b. Waduk atau Danau
Manfaat dari danau atau waduk bagi kepentingan manusia ialah sebagai berikut.
1)    Danau/waduk berfungsi sebagai tempat rekreasi alam, seperti Danau Toba, Situ Patenggang Jabar.
2)   Danau/waduk berfungsi untuk mengairi irigasi, seperti waduk Jatiluhur, Saguling, dan Cirata.
3)   Danau/waduk berfungsi sebagai PLTA, seperti Jatiluhur, Cirata dan Saguling.
c. Laut
Manfaat laut bagi kepentingan manusia adalah sebagai berikut:
1)    Sebagai rumput laut untuk bahan makanan, obatobatan, dan bahan kosmetik.
2)   Tempat objek wisata bahari.
3)   Sumber protein hewani, seperti ikan laut, kerang.
4)   Sebagai transportasi antarpulau.
5)   Gelombang dan arusnya dapat didayagunakanuntuk tenaga listrik.
6)   Sinar Matahari, Suhu dan Angin
Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
a.    Sumber Daya Energi
Sumber daya energi ini adalah salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Proses pembentukannya selama jutaan tahun. Sumber daya ini apabila diolah akan menghasilkan energi panas yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya.
1)    Minyak Bumi.
Manfaat Minyak bumi dapat diolah kembali dan menghasilkan bahan bakar yang kita kenal selama ini yaitu, minyak tanah, diesel, premium, dan lain-lain. Adapun sebaran penghasil minyak bumi di Indonesia adalah Sulawesi, Jawa (Cepu dan Cirebon), Kalimantan, (Tarakan, Kutai, dan Balikpapan), Maluku, Nusa Tenggara, Sumatra (Palembang dan Jambi).
2)   Batu Bara
Manfaat batubara adalah Batu bara digunakan untuk keperluan industri dan pembangkit listrik tenaga uap dan pembakaran batu gamping serta genting.
3)   Gas Alam
Gas alam biasanya ditemukan pada saat pengeboran minyak bumi. Ada dua macam gas alam yang diperdagangkan, yaitu LPG dan LNG.
b.    Sumber Daya Mineral
Selain sumber daya energi, sumber daya mineral juga memiliki peranan penting dalam menghasilkan logam untuk berbagai keperluan industri lainnya untuk menunjang kehidupan manusia.
1)    Emas
Manfaat Emas banyak digunakan orang untuk perhiasan, bahan penyepuh, membuat huruf emas, fotografi, menambal atau melapisi gigi yang rusak, perkakas laboratorium ilmiah, synthetic fiber, dan juga untuk thermocouples, dan sebagainya.
2)   Perak
Manfaat Perak bisa dikatakan merupakan saudara kembar emas. Perak banyak digunakan untuk membuat campuran-campuran logam , solder perak fotografi, keramik, baterai pada jet dan peluru kendali, kamera televisi, dan alat-alat presisi.
3)   Intan
Manfaat Intan dijadikan orang untuk perhiasan. Intan yang digunakan sebagai batu permata adalah batu yang transparan, putih bersih, warnanya hijau jernih atau berwarna biru muda. Selain untuk perhiasan, intan digunakan pada pahat diamond drilling, roda gerinda, gergaji, pahat alat bor, untuk memotong dan menggosok batu permata, sebagai alat untuk pemotong kaca.
4)   Tembaga
Tembaga merupakan logam bukan besi. Manfaat Tembaga digunakan untuk kabel-kabel listrik, telepon, lemari es, amunisi, pesawat terbang, peluru kendali, membuat perunggu, kuningan, industri kimia, bahan celup, rayon, serta digunakan juga untuk perlengkapan dapur.
5)   Bauksit
Bauksit digunakan untuk bijih yang mengandung oksida aluminium monohidrat atau trihidrat.Aluminium yang berasal dari bauksit banyak digunakan untuk ampelas, bahan yang tahan api, pembuat logam, dan industri kimia.
6)   Batu Gamping
Limestone diartikan batu gamping atau batu kapur. Manfaat Batu gamping digunakan untuk bahan bangunan seperti batu, serbuk kapur, pengeras jalan, bangunan dam-dam, pembuatan gelas, dan untuk industri.
7)   Pasir (Pasir Kuarsa)
Manfaat pasir kuarsa sangat banyak, seperti tanah liat, industri kimia, industri keramik (gelas, lembar kaca). Peranan pasir kuarsa dalam kegiatan pengecoran besi sangat penting. Pada umumnya, cetakan benda tuang terbuat dari pasir dengan pengikat lempung atau bentonit. Pasir kuarsa berkristal besar digunakan untuk optik.
8)   Timah
Timah terdiri dari dua jenis yaitu timah hitam dan timah putih. Manfaat Timah hitam banyak digunakan orang untuk campurancampuran logam seperti tipe metal dan solder. Timah hitam juga banyak digunakan untuk bahan-bahan industri cat, keramik, kilang minyak, karet, dan industri kimia, sedangkan kegunaan timah putih pada umumnya untuk pelapis logam-logam seperti baja, tembaga, dan lain-lain. Timah putih dapat digunakan untuk pembuatan perunggu, pembuatan kuningan, gelas, keramik, pipa, stabilizer dalam plastik, pengawet kayu, dan banyak lagi kegunaannya.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Mempunyai sifat Gabungan
a. Sumber Daya Biologis
1) Hutan
Pemanfaatan hutan bagi kehidupan adalah:
a) hutan sebagai sumber plasma nutfah;
b) hutan sebagai pengatur tata air;
c) hutan sebagai sumber bahan makanan dan obat-obatan;
d) hutan sebagai pengatur iklim mikro ataupun makro;
e) hutan sebagai tempat wisata;
f) hutan sebagai sumber penelitian;
g) hutan sebagai habitat makhluk hidup.
2) Perikanan dan Peternakan
Perikanan dan peternakan merupakan sumber daya alam gabungan berasal dari hewani. Pemanfaatan perikanan dan peternakan ialah:
a)    perikanan, sebagai pemenuhan kebutuhan protein hewani.
b)   Hasil peternakan ini ada yang dimanfaatkan dagingnya untuk keperluan protein seperti daging ayam, sapi, kambing, dan lain-lain.
c)    Ada pula yang mengambil kulitnya seperti kulit sapi dan kulit kambing untuk pembuatan sepatu, dompet, atau jaket.
d)   Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik.

KOSMOLOGI DAN ILMU ALAM SEMESTA (kelompok 1)

kosmologi, ilmu alam semesta

Makalah Sumber Daya Berkelanjutan “KOSMOLOGI, ILMU ALAM SEMESTA”
Disusun Oleh : Kelompok 1
Kurnia Oktaviani
Nova Arianti Prastiwi
Harnopa Saputra
Kelas 6.i
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA JAKARTA
2013
               BAB I PENDAHULUAN .
Latar Belakang
Kosmologi atau ilmu alam semesta adalah ilmu pengetahuan tentang kosmos (cosmos) atau universe. Istilah universe ditujukan kepada segenap pengada atau segenap yang ada, yang tercipta mulai dari atom, molekul, batu, metal, gas, tumbuhan, binatang, sistem solar (Matahari) dan segala yang ada lainnya. Dalam arti luas kosmologi adalah ilmu tentang keseluruhan totalitas segenap yang ada atau diperkirakan adanya yang disebut entitas (L) ; entity (I) pengada dengan segala proses dariseluruh perwujudan yang ada di Alam. Entitas ini mulai dengan partikel nirhidup, dunia mikro, tahap peralihan ke dumia makro, di mana ada kehidupan sampai dunia supermakro atau dunia kosmik. Menurut astronomi, universe adalah ruang dan segala yang ada di maya pada, di alam semesta yang juga disebut kosmos. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama. Pada bagian awal sejarahnya alam semesta di pelajari oleh ilmu astronomi, astronomi memerlukan hanya pengamatan dan ramalan gerakan benda di langityang bisa dilihat dengan mata telanjang. Rigveda menunjuk kepada ke-27 rasi bintang yang dihubungkan dengan gerakan matahari dan juga ke-12 Zodiak pembagian langit. Yunani kuno membuatkan sumbangan penting sampai astronomi, di antara mereka definisi dari sistem magnitudo. Alkitab berisi sejumlah pernyataan atas posisi tanah di alam semesta dan sifat bintang dan planet, kebanyakan di antaranya puitis daripada harfiah; melihat Kosmologi Biblikal. Pada tahun 500 M, Aryabhata memberikan sistem matematis yang mengambil tanah untuk berputar atas porosnya dan mempertimbangkan gerakan planet dengan rasa hormat ke matahari. Dalam mempelajari ilmu lingkungan, yakni ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang kita pelajari dalam kehidupan, istilah lingkungan secara khusus mendalami seluk-beluk lingkungan hidup di mana manusia berada. Ilmu lingkungan juga disebut envirologi (Soerjani 1994) atau environmental science yang dalam Chiras (1991) lebih dikhususkan lagi dengan subjudul: Action for sustainable future. Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Alam Semesta terdiri dari ratusan milyar galaksi. Di dalam satu galaksi yang tampak pada gambar terdapat kurang lebih 200 milyar bintang. Kajian Teori Teori Terbentuknya Alam Semesta Teori tentang terbentuknya alam semesta telah menjadi perhatian para astonom sejak lama. Hal ini diungkapkan melalui apa yang diketahui tentang ruang angkasa, bintang, galaksi, nebula, komet, planet dan sebagainya. Sampai saat ini ada dua teori yang mencoba menerangkan bagaimana alam semesta terbentuk (kosmogenesis).
Teori Steady State Teori steady state atau teori pemantapan kelangsungan yang menyatakan bahwa unsur atom baru masih akan terbentuk secara terus-menerus di alam semesta. Unsur ini sebagai debu mengalami gerakan melingkar berputar-putar sampai terbentuknya galaksi baru. Jadi alam semesta terus-menerus akan mengalami pembentukannya sepanjang masa, sehingga teori ini mempercayai bahwa alam semesta sekarang ini sama halnya dengan jutaan tahun yang lewat, dan akan sama keadaannya jutaan tahun yang akan datang. Oleh karena itu pengikut teori ini tidak mempercayai akan berakhirnya alam semesta. Para astronom akan tetap mempelajari lebih lanjut dan akan menghasilkan teori baru tentang terbentuknya alam semesta (kosmogenesis) ()Ronan dalam Anon 1973). Pada akhirnya teori ini mempercayai bahwa segala sesuatu di alam semesta mengalami tatanan atau hukum alam yang pasti (immutable) sehingga akan terjadi kelangsungan dinamika keadaan alam sesuai dengan kehendak Tuhan yang menciptakannya. Manusia berkewajiban dengan rasio dan intuisi (kata hati) untuk mengikuti dengan kearifan dan keiklhlasan akan adanya segenap kenyataan yang dihadapi dengan pendekatan nisbi atau relatif (lihat Radha 1991).
Teori “Big-Bang” Menurut teori big-bang, alam semesta terbentuk antara 10-20 miliar tahun yang lalu. Alam semesta semula berwujud sebagai gumpalan sangat padat dan besar dari sekelompok atom. Gumpalan ini meledak yang menghasilkan panas sampai 100 miliar Celsius, dan dari ledakan inilah terbentuknya berbagai macam kosmos (cosmos), benda alam. Teori ini menyatakan bahwa berbagai unsur kimia terjadi pada saat ledakan, dan sesudahnya tidak terbentuk unsur baru lagi yang berasal dari debu dan gas. Unsur ini kemudian mengalami kondensasi ke dalam bentuk berjuta-juta bintang yang tersusun bersama dalam berbagai galaksi.menurut teori ini karena berbagai bintang itu secara terus-menerus memancarkan sinar, panas dan berbagai radiasi, diperkirakan bahwa benda angkasa tersebut akhirnya akan menjadi dingin, mengalami keruntuhan dan berakhir. Pada saat itulah terjadi akhir dari riwayat alam semesta.
              BAB II PEMBAHASAN
. Pengertian Kosmologi Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama. . Unsur-unsur Kosmologi kelima unsur kosmologi itu masing-masing disebut sebagai air, kayu, api, tanah, dan logam. Kelima energi tersebut saling menghasilkan dan menghancurkan. Air menumbuhkan kayu; kayu dibakar menghasilkan api, api menghasilkan abu (tanah), tanah menghasilkan logam yang ditambang dari dalamnya, logam dipanaskan akan mencair (menghasilkan air), dan selanjutnya siklus ini kembali ke awal lagi. Sementara itu logam menghancurkan kayu dengan jalan memotongnya, kayu menyerap kesuburan tanah agar dapat tumbuh, tanah sendiri menghancurkan air dengan jalan menyerapnya, air menghancurkan api dengan jalan memadamkannya, api menghancurkan logam dengan jalan melelehkannya, selanjutnya siklus ini kembali ke awal lagi. . Manfaat mengetahui kosmologi Tujuan kosmologi adalah merumuskan tampilan dan sifat alam semesta teramati ke dalam hipotesis, yang akan mendefinisikan struktur dan evolusinya. pengetahuan tentang alam semesta bukanlah tujuan akhir dari pelaksanaan ajaran Sang Buddha. Tujuan utama dari pembelajaran tentang alam semesta tersebut ialah agar manusia menyadari tentang konsep Anicca dan Anatta. . Pengertian Ilmu Alam Semesta Berbicara tentang alam semesta tentu saja lebih berkaitan dengan ruang tempat semua isi semesta ini berada. Karena Alam semesta ternyata mampu menampung banyak sekali milyaran galaksi, maka membicarakan alam semesta lazimnya dimulai dengan galaksi-galaksi, kepulauan terdiri dari ratusan milyar bintang. Bicara tentang alam semesta banyak berkaitan dengan penyebaran galaksi-galaksi dan pergerakannya. Alam semesta yang di dalamnya terdapat bumi tempat manusia tinggal dan hidup, terdiri dari material yang tak terhitung banyaknya yang terdiri gugusan galaksi dan milyaran bintang-bintang. Bintang adalah benda yang sangat jauh. Dengan munculnya spektroskop terbukti bahwa mereka mirip matahari kita sendiri, tetapi dengan berbagai temperatur, massa dan ukuran. Keberadaan galaksi kita, Bima Sakti, dan beberapa kelompok bintang terpisah hanya terbukti pada abad ke-20, serta keberadaan galaksi "eksternal", dan segera sesudahnya, perluasan Jagad Raya dilihat di resesi kebanyakan galaksi dari kita. Struktur dan luas alam semesta sangat sukar dibayangkan manusia, dan progres persepsi dan rasionalitas manusia tentang itu memerlukan waktu berabad-abad. Pada bagian awal sejarahnya alam semesta di pelajari oleh ilmu astronomi, astronomi memerlukan hanya pengamatan dan ramalan gerakan benda di langityang bisa dilihat dengan mata telanjang. Rigveda menunjuk kepada ke-27 rasi bintang yang dihubungkan dengan gerakan matahari dan juga ke-12 Zodiak pembagian langit. Yunani kuno membuatkan sumbangan penting sampai astronomi, di antara mereka definisi dari sistem magnitudo. Alkitab berisi sejumlah pernyataan atas posisi tanah di alam semesta dan sifat bintang dan planet, kebanyakan di antaranya puitis daripada harfiah; melihat Kosmologi Biblikal. Pada tahun 500 M, Aryabhata memberikan sistem matematis yang mengambil tanah untuk berputar atas porosnya dan mempertimbangkan gerakan planet dengan rasa hormat ke matahari. Di Yunani, ilmuwan Aristoteles melalui bukunya yang berjudul On the Heaven banyak membicarakan struktur alam semesta terutama mengenai eksistensi bumi sebagai pusat alam semesta. Pandangan ini memang sesuai dengan kebiasaan penglihatan manusia sehari-hari. Pandangan yang menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta sering disebut sebagai ‘Pandangan geosentris’ yang memiliki pengaruh luas di Eropa pada abad pertengahan bahkan mendapat legalisasi dari gereja. Selama Renaisans Nicola Copernicus (1473-1543) mengusulkan model heliosentris dari Tata Surya, teori ini menyatakan bahwa bumi bukanlah pusat jagat raya, matahari tidak bekerja mengeliling matahari, tetapi justru bumilah yang berevolusi mengelilingi matahari . Para ilmuwan mengelompokkan keluarga benda-benda langit yang mengelilingi matahari sebagai anggota Sistem Tata Surya.
Alam Mikro Menurut terbentuknya alam semesta, bermiliar tahun yag lewat, alam semesta mulai mendingin, sehingga terbentuklah secara mantap berbagai atom seperti yang dikenal pada saat ini. Atom merupakan unsur data yang hakiki dari segenap pengada. Inti atom adalah nukleus yang terdiri atas proton dan neutron yang dikelilingi oleh elektron yang beredar secara tetap dan teratur disekelilingi nukleus. Unsur atom pertama yang ada adalah hidrogen dan helium. Dalam evolusinya berbagai gerakan atom yang anorganik akan menghasilkan molekul anorganik, untuk kemudian membentuk molekul yang lebih besar (liposom atau lemak,protein dan karbohidrat) sampai terbentuknya protosel dan sel organik pertama dalam alam kehidupan. Selanjutnya dalam evolusi berikutnya terbentuk molekul dalam susunan protoplasma yang merupakan sel dalam pembentukan jaringan dari sistem organ individu makhluk hidup. Alam Makro Alam makro adalah pengenalan pengada yang kasat mata. Sebelum terbentuknya jenis makhluk hidup yang berwujud individu, baik flora, fauna, mikroba dan manusia, dengan kasatmata dapat dilihat adanya jaringan, seperti phloem dan xylem sebagai jaringan dari flora, jaringan daging atau jaringan tulang sebagai bagian dari hewan. Makhluk hidup yang kasatmata mulai dari individu (undivided) artinya tidak dapat dibagi-bagi karena merupakan suatu jenis. Ekosfer Ekosfer adalah bulatan planet (Bumi) yang ditempati atau dihuni oleh makhluk hidup dalam rumah tangganya (oikos) . Kehidupan seperti yang kita kenal di bumi ini (ekosfer) menurut teori adalah di wilayah 0,93 – 1,01 UA (unit astronomi atau jarak antara Matahari dan Bumi). Menurut kasting dkk (1988; 49), ‘’teori baru’’ memperkirakan wilayah kehidupan berada pada jarak 0,95 – 1,5 UA. Menurut hipotesis Gaia (Dewi Bumi) dari James Lovelock (dalam Odum 1983; 24 – 26) antara bumi dan kehidupan di Bumi berlangsung proses saling pengaruh-mempengaruhi antara hidup dan nirhidup sehingga bumi dapat mendukung kehidupan karena pengaruh seluruh keihidupan itu sendiri. Andaikata kehidupan itu tidak ada, bumi akan gersang, suhunya akan tinggi sekali
(=290 o C), kandungan CO 2 juga tinggi (98%)
sedang kadar 0 2 sangat rendah, demikian
juga netrogen (hanya 1,9%). Tabel perbandingan kondisi atmosfer dan suhu di Mars, Venus dan Bumi (dengan dan tanpa kehidupan)
Kandungan Atmosfer Mars Venus Bumi tanpa Kehidupan
Bumi dengan kehidupan sekarang CO 2 N 2 O2 Suhu Permukaan °C
95 % 2,7 % 0,13 % -53
98 % 1,9 % Sedikit 477
98 % 1,9 % Sedikit 250 + 50
0,03 % 79 % 21 % 13
Sumber: Odum 1983: 24 – 26 Dengan adanya kehidupan, CO 2 akan
terserap dalam proses fotosintesis, sehingga kadarnya tinggal 0,03 % dan O2 terlepas sehinggadi udara kadarnya naik menjadi 21%. Hipotesis Gaia ini juga menekankan pentingnya peranan jasad renik (mikroba) yang tergolong dalam sapravor, yang hidup di antara bahan organik dari mahkluk hidup yang mati (daun yang gugur) dan berfungsi sebagai saprofog (pemakan) sisa makhluk hidup (bangkai, sisa makanan) sehingga terjadi peruraian yang menghasilkan bahan anorganik kembali walaupun biota pemakan sisa ini (cacing, jamur dan mikroba) sering kali secara salah disebut “pengurai”. Jadi kehidupan mengalami daur (siklus/ cycle) kembali pada tumbuhan autotrof yang memerlukan bahan anorganik dalam proses metabolisme. Kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi dapat dipertimbangkan berdasarkan sifat keadaan (suhu, CO2, O2 dan N2) seperti terlihat pada tabel di atas. Oleh karenanya kalau benar kemudian terdapat kehidupan di Planet Mars, diperkirakan wujud dan sifat kehidupan mungkin sekali akan lain dengan kehidupan Bumi. Ekosistem Dalam ekosfer pengada yang mendukung kehidupan adalah satuan-satuan ekosistem, yakni segenap unsur dalam sistem yang mendukung rumah tangga makhluk hidup. Jadi dalam ekosistem tercakup unsur makhluk hidup dan keseluruhan penyangganya yakni ruang, benda, tanah, air, atmosfer atau segala pengada baik biota maupun abiota berada dalam hubungan integratif yang memungkinkan kelangsungan kehidupan secara keseluruhan. Pengertian tentang kehidupan dalam ekosistem telah sangat menarik perhatian karena eratnya hubungan antara makna hidup-mati yang merupakan ciri makhluk hidup dengan pengada nirhidup yang memang tidak hidup, jadi yang nirhidup ini tidak mengalami kematian. Antara keduanya terlihat adanya wilayah/ batas peralihan (border line). Komunitas, Masyarakat makhluk hidup Dalam ekosistem, makhluk hidup baik flora, fauna maupun mikroba dikelompokkan dalam komunitas sebagai masyarakat makhluk hidup. Segenap makhluk hidup ini terkait satu dengan yang lain melalui hibungan interaktif, baik secara langsung dalam jenis yang sama atau jenis serta kondisi yang berbeda. Di samping itu juga terjadi interaksi melalui pengada nirhidup seperti air, oksigen dan materi. Populasi dan Individu Kelompok manusia yang sering disebut sebagai “masyarakat” manusia sebenarnya adalah populasi manusia atau populasi dari salah satu jenis (spesies) makhluk hidup. Individu merupakan ciri utama makhluk hidup yang tercipta masing-masing individu secara berbeda-beda dengan cirinya sendiri secara khusus, sebenarnya tidak ada individu dari suatu jenis (spesies) makhluk hidup yang sama. Semua yang ada diciptakan dengan ciri, sifat dan keindahan. Alam Supermakro Alam semesta atau universe mengacu pada segenap pengada (entity) benda angkasa atau kosmos dan segenap proses yang menyertainya. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah kosmologi yang banyak menggunakan peralatan fisik mekanik seperti teleskop, juga memanfaatkan teori dari fisika-matematik, dari mana disusun “model” dari alam semesta. Disamping itu juga dirumuskan observasi melalui radio teleskopi. Model ini digunakan untuk menelaah penyelidikan lebih lanjut dan untuk mengartikan (menginterpretasikan) data astronomi yang sudah diperoleh. Salah satu penemuan dalam model ini adalah adanya galaksi seperti galaksi Bima Sakti (The Milky Way). Berbagai model yang dikenal itu mengacu pada teori relativitas. Dalam perkembangan kosmologi mengalami perubahan, pendapat para ahli yang berbeda, saling mendukung tetapi juga ada yang saling bertentangan. Berbagai konsep digunakan untuk menerangkan pengertian tentang alam semesta. Beberapa diantara nama terkenal adalah Newton dengan teori gravitasi. Einstein dengan teori relativitas. Berpuluh nama ini dapat ditemui dalam berbagai bibliografi dari Eddington, Tolman, Hubble, Leinaitre, Milno, McCrea, McVittie, Munitz, Bondi, Hoyle, Whitrow, Gamow, Sciama (Munitz dalam Anon 1971). Nebula Setelah benda-benda angkasa mengalami ledakan, berjuta tahun kemudian suhu alam raya menurun sampai 3.000 °C. Materi dan energi yang ada mengalami terbentuknya asap dan kabut yang disebut nebula. Jadi nebula adalah seperangkat awan terdiri atas asap dan kabut. Nebula kemudian menggumpal sebagai protogalaksi. Dari padanya terbentuklah macam-macam galaksi melalui proses pengkerutan dan kondensasi. Jadi nebula yang ada merupakan nebula galaksi. Ada nebula yang berada di sekitar Matahari yang mengalami perubahan rotasi, sehingga keluar sebagai komet seperti benda angkasa yang bergerak (sering kali disebut Bintang Berekor) karena terlihat lewatnya cahaya seolah-olah ekornya (Munitz dalam Anon 1971). Galaksi Protogalaksi yang berasal dari kondensasi nebula akan mengalami kontaksi dan perputaran yang makin cepat. Beberapa miliar tahun kemudian mengalami fragmentasi menjadi apa yang disebut protobintang (protostar). Dalam mengalami pengekerutan melalui proses gravitasi dan dalam suhu yang tinggi terbentukklah inti fusi nuklir yang menyebabkan energi berubah bentuk sebagai panas dan sinar. Dalam hipotesis nebula, akhirnya terbentuklah jutaan biintang-bintan dalam berbagai bentuk yang reguler maupun yang tidak teratur (irregular). Galaksi yang teratur di antaranya adalah Galaksi Bima Sakti (Milky Way) dimana Matahari beradaa di antara 7.000 bintang didalam galaksi yang terbentuk.
            BAB III PENUTUP .
Kesimpulan Kosmologi atau ilmu alam semesta adalah ilmu pengetahuan tentang kosmos (cosmos) atau univers, yang mempelajari tentang struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. yang tercipta mulai dari atom, molekul, batu, metal, gas, tumbuhan, binatang, sistem solar (Matahari) dan segala yang ada lainnya

Minggu, 28 April 2013

Pencemaran Matahari

Matahari

contoh nya efek pada rumah kaca 

Efek rumah kaca alami
Matahari sebagai pusat tata surya kita memberikan energi berupa radiasi dengan panjang gelombang yang sangat pendek pada bumi. Sepertiga dari energi itu dipantulkan kembali ke luar angkasa oleh atmosfir bumi, duapertiga sisanya diserap oleh permukaan bumi dan oleh atmosfir itu sendiri. Untuk menyeimbangkan energi yang diserap maka bumi harus meradiasikan kembali jumlah energi yang sama ke angkasa. Karena suhu pada permukaan bumi lebih dingin dibanding matahari maka radiasi yang dipantulkan kembali memiliki panjang gelombang yang lebih pendek. Sebagia besar radiasi yang dilepaskan oleh permukaan bumi diserap oleh atmosfir dan kemudian diradiasikan kembali ke bumi. Rangkaian proses ini disebut dengan efek rumah kaca alami. Efek rumah kaca alami berfungsi menghangatkan suhu permukaan bumi. Tanpa efek rumah kaca alami ini suhu permukaan bumi akan berada dibawah suhu 0 derajat Celcius.
Efek rumah kaca saat ini
Aktifitas-aktifitas manusia pada beberapa abad terakhir ini seperti pembakaran hutan, penebangan pohon besar-besaran, dan penggunaan bahan bakar fosil telah meningkatkan kadar gas rumah kaca alami di atmosfir(terutama CO2). Penambahan gas CO2 merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi pertambahan suhu di permukaan bumi dengan efek rumah kaca. Meningkatnya suhu permukaan bumi mengakibatkan siklus efek rumah kaca yang cukup besar peningkatannya.